cara menghilangkan virus di flashdisk

Lakukan Cara Menghilangkan Virus di Flashdisk Berikut Agar Virus Terhempas Hingga ke Akarnya

Memindahkan data ringan lebih mudah dilakukan dengan menggunakan flashdisk. Ukurannya yang kecil membuatnya mudah dibawa kemana-mana daripada harddisk. Sayangnya, flashdisk yang sering berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain membuatnya rentan terkena virus. Tentu hal ini bisa diatasi dengan cara menghilangkan virus di flashdisk yang bisa dilakukan sendiri.

Virus yang dibawa oleh flashdisk bisa membahayakan data pada flashdisk maupun perangkat yang dikunjunginya. Salah satu ulah virus ini yaitu membuat dokumen tidak terbaca saat dibuka. Jika mengalami hal tersebut, tetaplah tenang dan lakukan cara-cara ampuh untuk menghilangkan virus dari flashdisk di bawah ini:

1. Pindai Flashdisk yang Baru Terkoneksi ke Perangkat

Baik itu laptop maupun smartphone, biasanya sudah dilengkapi antivirus bawaan yang sudah diatur oleh pengembang. Hal ini demi menjaga keamanan perangkat tersebut jika terdeteksi adanya virus. Begitupun ketika ada perangkat lain yang disambungkan (termasuk flashdisk), sebelum dibuka lakukan scanning terlebih dahulu.

Scanning virus ini bisa menggunakan berbagai aplikasi diantaranya; Smadav, Avira, Avast dan lain-lain. Jika setelah proses pemindaian terdeteksi adanya virus, segera hapus virus secara permanen. Pastikan flashdisk sudah benar-benar aman untuk digunakan dengan memastikan tidak ada virus tersisa.

2. Hapus Virus dengan Perintah CMD

Meski sudah dipindai oleh antivirus, ada jenis virus yang tidak bisa terhapus begitu saja. Virus ini biasanya beraksi dengan memperbanyak shortcut palsu dan menyembunyikan data aslinya. Cara menghilangkan virus di flashdisk satu ini tidak memerlukan antivirus, melainkan dengan memanfaatkan perintah pada CMD. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Ketika flashdisk sudah terkoneksi pada perangkat, aktifkan “Show Hidden File”.
  • Buka CMD, jika pengguna menemukan partisi F atau G, ketiklah partisi yang tersedia tersebut (F ketik “F”, G ketik “G”).
  • Tuliskan “-s –r –h /s /d” lalu tekan Enter.

3. Format Flashdisk

Ada kejadian dimana virus shortcut tetap tidak mau terhapus. Walaupun virus ini tidak membahayakan, dengan adanya banyak tipuan shortcut tentu akan membingungkan pengguna. Ketika sudah menampilkan file tersembunyi melalui perintah CMD, file bisa tersembunyi dan shortcut kembali muncul ketika flashdisk dikoneksikan ke perangkat lain.

Baca Juga  5 Aplikasi Pengecil Ukuran Foto yang Mudah Digunakan

Untuk mengatasinya, format flashdisk terlebih dahulu dengan catatan sudah memindahkan data penting didalamnya. Flashdisk yang diformat akan mengosongkan ruang kembali berikut virus di dalamnya. Setelah diformat, barulah kembalikan data-data tersebut ke dalam flashdisk dan bisa mulai digunakan lagi.

4. Memanfaatkan Performa Remove Tool

Jika pengguna merasa format file sedikit terlalu ekstrim dan merepotkan, cara lain bisa dengan menggunakan Remove Tool untuk menghapus virus. Untuk menjalankannya, ketahui terlebih dahulu virus apa yang mengenai flashdisk agar program bisa segera mendeteksinya.

Aplikasi Remove Tool ini tersedia di Google secara gratis. Pengguna tinggal memakainya setelah mengetahui nama virus yang menginfeksi. Ketika jenis virus sudah diketahui, Remove Tool akan membantu pengguna menghapusnya sampai ke akar virus tersebut. Menghapus virus dengan Remove Tool terbilang lebih ampuh dari antivirus yang tersedia.

5. Gunakan Sistem Linux Untuk Menghapus Virus

Windows merupakan sistem operasi yang paling sering diserang oleh virus. Sementara banyak perangkat komputer yang menggunakan windows, maka mudah bagi virus untuk menginfeksinya. Untuk menghapus virus secara manual tanpa takut menginfeksi, pengguna bisa menggunakan Operating System lain yaitu Linux. Sistem Linux yang open source membuat virus menjadi lumpuh.

Linux dengan ukuran kecil bisa dipasang pada flashdisk dan dapat digunakan untuk menghapus virus. Lakukan boot untuk memasang Linux tersebut agar dapat berjalan. Dengan cara ini, jika perangkat yang dikunjungi tidak memiliki antivirus, pengguna tetap bisa menghapus antivirus dengan menjalankan Linux.

Virus yang tidak berbahaya sekalipun akan menjengkelkan ketika muncul berulang kali dan sulit dihapus. Dengan cara menghilangkan virus di flashdisk melalui berbagai langkah, virus bisa dibasmi sampai akar dan flashdisk kembali aman. Jangan lupa selalu pindai flashdisk terlebih dahulu untuk mencegah kemungkinan virus muncul.

Baca Juga  Apakah Ada Aplikasi Penjawab Soal Fisika dengan Kamera Android Ini Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *