beda saham dan reksadana

Kenali Beda Saham dan Reksadana Sebelum Berinvestasi!

Pernah mendengar istilah saham atau reksadana? Ternyata, meski sama-sama merupakan kegiatan yang bertujuan untuk penginvestasian sejumlah dana pribadi seseorang, dua istilah ini mempunyai perbedaan mendasar yang wajib dicermati. Penasaran, apa sajakah beda saham dan reksadana tersebut? Simak perbedaannya dilihat dari berbagai faktor.

Jenis Kegiatan

Hal pertama yang dapat dijadikan sebagai patokan terkait beda saham dan reksadana adalah definisi atau jenis kegiatannya. Saham dapat diartikan sebagai kegiatan penanaman investasi secara langsung dari investor kepada perusahaan emiten. Sedangkan, reksadana merupakan kegiatan penginvestasian sejumlah dana melalui lembaga pengelola keuangan atau perantara pihak ketiga dengan berbagai  macam mekanismenya.

Selain itu yang tidak kalah penting untuk diperhatikan setiap calon investor adalah mengenai kebebasan dalam pemilihan jenis saham yang dibeli dari perusahaan. Pada investasi saham, seorang investor memegang kendali penuh untuk menyortir saham mana yang akan dibeli berdasarkan pertimbangan dan kemauan. Sedang, pada investasi danareksa kebebasan semacam ini tidak dapat dilakukan.

Pengelolaan Uang Investor 

Selanjutnya dari segi pengelolaan dana yang dimiliki oleh investor pun memiliki perbedaan cukup jelas. Pada saham, seluruh keputusan pengelolaan keuangan baik saat pembelian maupun penjualan saham kembali dilakukan secara mandiri oleh investor. Berbeda dengan reksadana yang pengelolaanya mutlak berada di tangan lembaga pengelolaan keuangan, sehingga investor tidak berhak ikut campur.

Resiko Investasi dan Keuntungan

Ketiga, soal resiko dari kegiatan, maka dapat dikatakan investasi saham mandiri lebih besar kemungkinan gagalnya daripada reksadana. Pasalnya, setiap keputusan pada investasi saham harus dikelola secara mandiri, sehingga dirasa lebih riskan, utamanya bagi para investor pemula. Beda dengan investasi reksadana yang dikelola oleh tim ahli berpengalaman, membuat faktor resiko dapat diminimalkan.

Baca Juga  Mengenal Apa Itu Maksud Buyback Emas sebelum Berinvestasi

Bila ditilik dari segi keuntungan masa depan, memang penginvestasian saham mandiri jauh lebih menggiurkan. Lantaran, jelas dana yang dikelola secara mandiri tanpa ada keterikatan dengan pihak lain. Tentu berbeda dengan reksadana yang diatur oleh pihak ketiga sehingga ada mekanisme pembagian hasil yang diatur berdasarkan kesepakatan antara investor dan lembaga keuangannya.

Estimasi Dana Minimum

Perbedaan paling kentara selanjutnya, menyorot mengenai estimasi dana minimum atau modal awal yang harus disiapkan. Karena sifatnya mandiri, biasanya pada investasi saham, jumlah modal relatif besar, tergantung perusahaan mana yang dipilih. Hal ini tidak seperti reksadana yang ada pengelolaan dana kolektif, sehingga besaran investasi awal lebih terjangkau, khususnya bagi pemula.

Beban Pajak

Berikutnya keenam, saham dan reksadana juga memiliki beda dalam hal pajak yang dibebankan sesuai aturan perundang-undangan. Yakni investor saham langsung akan dibebani pajak 0,1 persen untuk setiap transaksi penjualan, dan 10 persen untuk devidennya. Lain halnya dengan reksadana yang tidak ada beban pajak, namun diwajibkan tetap  mencantumkan keuntungan pada SPT setiap tahunnya.

Mekanisme Pencairan

Menyoal mekanisme pencairan, investasi saham langsung lebih praktis karena tidak harus melewati sejumlah aturan yang diterapkan oleh pihak ketiga. Sehingga investor bisa dengan mudah menjual saham kemudian mencairkan dananya sesuai keinginan dan kebutuhan. Sedang, pada investor reksa dana kegiatan ini tidak dapat dilakukan secara mendadak dan harus menunggu dalam waktu tertentu.

Nah itulah tadi sejumlah informasi menarik dan penting terkait beda saham dan reksadana yang wajib dipahami oleh setiap calon investor. Bagaimana? Setelah memahami perbedaan-perbedaan mendasar di antara keduanya, sudahkah menentukan pilihan? Sebaiknya, pikirkan lagi setiap keputusan penginvestasian secara matang,  dan pastikan memilih yang terbaik sesuai dengan kondisi serta kemampuan!

Baca Juga  Cara Cut Loss Saham, Atasi Rugi yang Menggerogoti Keuntungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *