Syukuran Khitanan Menurut Islam, Bolehkah

Syukuran Khitanan Menurut Islam, Bolehkah?

Sebagai umat beragama Islam, khitan merupakan salah satu hal yang sangat umum didengar. Prosesi khitanan sendiri sangat erat kaitannya dengan acara tasyakuran. Syukuran khitanan menurut Islam bukanlah sesuatu hal yang wajib untuk dilakukan, meskipun sangat umum untuk dilakukan sesuai dengan kebudayaan masyarakat.

Khitan atau memotong sedikit kulit yang berada di daerah alat kelamin memiliki banyak manfaat. Dalam dunia medis juga sangat menganjurkan dilakukannya khitan, terutama bagi pengidap penyakit tertentu. Masyarakat Indonesia sendiri biasanya memanfaatkan momen liburan sekolah untuk melakukan khitan pada anak agar tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di sekolah.

Hukum Khitanan Dalam Islam

Perintah untuk melakukan khitan pada dasarnya sama sekali tidak tertera dalam Al Quran. Namun, perintah itu datang langsung dari Nabi Muhammad yang dijelaskan dalam hadist. Sebagai pemeluk agama Islam yang taat, maka sudah sepatutnya untuk meneladani dan mencotoh segala perilaku dan perintah Nabi Muhammad.

Khitanan atau memotong sedikit kulit pada bagian kelamin dapat dilakukan pada anak laki-laki maupun perempuan. Terjadi perbedaan pendapat yang terjadi di alangan para ulama mengenai penetapan hukum khitan bagi anak laki-laki dan perempuan. Perbedaan pendapat antar ulama memang sudah umum terjadi dan merupakan satu hal yang wajr mengingat keterbatasan akal manusia.

Ada beberapa Ulama yang menyatan bahwa khitan wajib dilakukan bagi keduanya, yaitu laki-laki maupun perempuan. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa hanya wajib untuk laki-laki saja dan bagi perempuan hukumnya adalah sunnah, pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Qudamah dalam Kitab Al Mughni. Perempuan yang telah berkhitan merupakan suatu keberuntungan bagi suaminya kelak.

Syukuran Khitan Dalam Islam

Melakukan perayaan dalam rangka syukuran telah dilakukannya khitan bagi seorang anak merupakan satu hal yang sangat umum dilakukan, tidak hanya di Indonesia tapi juga di beberapa negara lain juga. Khitan dapat dijadikan sebagai salah satu symbol dari proses menuju kedewasaan bagi seorang anak, karena anak laki-laki yang telah berkhitan sudah diyatakan sebagai baligh atau tamyiz.

Bagaimanakah hukum mengadakan syukuran khitanan menurut Islam? Lagi-lagi para ulama memiliki perbedaan pendapat untuk menetapkan hukum terkait pengadaan perayaan ini. Ada yang mengatakan bahwa perayaan wajib dilakukan, namun ada pula yang menyatakan bahwa tidak ada kewajiban untuk melakukannya. Hukum perayaan khitanan disamakan dengan perayaan untuk pernikahan.

Baca Juga  Mengenal Bidara dan Manfaat Daun Bidara Menurut Islam

Ulama yang menyatakan bahwa perayaan khitanan adalah wajib untuk dilakukan, didasarkan pada salah satu perintah yang diberikan kepada sahabat Nabi Muhammad, yaitu Abdurrahman bin Auf. Terdapat hadist yang menerangkan bahwa nabi memerintahkan Abdurrahman Bin Auf untuk mengadakan tasyakuran pernikahan, atau biasa disebut sebagai walimatul ursy, meskipun hanya dengan seekor kambing.

Sedangkan ulama yang menyatakan bahwa perayaan khitan tidak wajib untuk dilakukan, didasarkan pada sabda Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa tidak ada kewajiban atas harta selain zakat. Berdasarkan hadist ini, hukum perayaan ini adalah sunnah bagi orang yang mampu untuk melakukannya, karena sifatnya berupa makanan yang tidak diperuntukan bagi orang miskin saja.

Ada pula ulama yang menyatakan bahwa perayaan khitan hukumnya mubah. Alasannya adalah karena perayaan ini murni terkait dengan tradisi masyarakat dalam menunjukkan kebahagiannya atas dilaksanakannya khitanan. Dalam Majmu’ Fatawa dikatakan bahwa siapapun yang ingin melakukankan diperbolehkan, siapa yang tidak ingin melakukannya juga diperbolehkan.

Hukum syukuran khitanan menurut Islam memang masih menjadi perdebatan dikalangan ulama. Kembali lagi pada keyakinan yang dimiliki oleh seseorang untuk menganut pendapat yang mana. Namun, pada dasarnya Allah membenci segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan. Jadi lakukanlah perayaan sewajarnya dan semampunya saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.