Saham ARB, Berikut Penjelasan Lengkap dan Faktor Penyebabnya (bisnismuda.id)
Saham ARB, Berikut Penjelasan Lengkap dan Faktor Penyebabnya (bisnismuda.id)

Saham ARB, Berikut Penjelasan Lengkap dan Faktor Penyebabnya

Saham ARB belakangan ini menjadi trending topik yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan oleh trader serta investor. Ketika Anda memutuskan untuk bermain investasi saham adanya ARB bukanlah suatu hal yang asing lagi bagi Anda. Namun, bagi Anda yang pemula Wajar saja jika merasa asing dengan istilah tersebut.

Mengapa akhir-akhir ini investor dan trader digegerkan dengan saham ARB? Alasannya adalah kondisi dari ARB di pasar saham kini tengah membuat terkejut para investor.

Munculnya berbagai jenis saham tentunya akan membuat trader maupun investor kebingungan untuk memilih. Disamping itu juga, apabila Anda ingin memiliki investasi yang berupa saham, ada baiknya juga Anda mempelajari mengenai lebih detailnya saham dari perusahaan tersebut. Karena sekarang ini banyak sekali perusahaan yang memiliki saham mengalami ARA.

Apa yang Dimaksud dengan Saham ARB?

Bagi Anda yang belum paham apa itu ARB saham, simak penjelasan berikut ini. Sebelum membahas mengenai definisi dari ARB, alangkah lebih baiknya jika kita mengulas terlebih dahulu tentang Auto rejection.

Auto rejection merupakan penolakan secara otomatis yang dilakukan oleh sistem BEI ketika penawaran jual ataupun permintaan beli saham sudah melewati batas kenaikan serta penurunan harga yang sudah ditetapkan. Sistem penolakan yang berkaitan dengan saham ARB ini sifatnya asimetris.

Artinya, batas kenaikan dan penurunan harga itu sama. 35% untuk saham dengan harga sebesar 50 sampai dengan 200, Sedangkan 25% untuk harga 200 sampai dengan 5000. Sedangkan untuk jumlah 20% saham dengan harga lebih dari 5000.

Jika ARA saham mempunyai istilah auto reject atas, sedangkan saham ARB adalah auto reject bawah. Hal tersebut merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika harga penawaran jual sudah melampaui batas bawah dengan rentang harga yang sudah menjadi ketentuan BEI. Perlu Anda catat, apabila penawaran yang demikian ini terus berlanjut, untuk kedepannya harga saham bisa saja turun secara drastis.

Baca Juga  Saham yang Bagus dan Cocok Menjadi Pilihan, Berikut Kriteria-Kriterianya!

Sebagai contoh kecilnya, misalnya Anda sudah memiliki batas Auto rejection sejak awal pandemi adalah 7%. Sedangkan penurunan harga suatu saham maksimal adalah 5000. Maka 5000 x 7%= 4650.

Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Auto Rejection Bawah

Oh iya, BEI menetapkan rentang harga yang berbeda-beda, berdasarkan masing-masing fraksi harga. Oleh sebab itu, JATS NEXT-G yang merupakan sistem otomatis milik BEI akan menolak penawaran jual dan beli yang sudah melewati batas rentang harga tersebut secara otomatis.

Hal tersebut juga merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya Auto rejection. Lalu bagaimana dengan saham ARB? Apakah yang menjadi penyebab terjadinya fenomena tersebut?

Penawaran Harga Jual Dibawah Batas Rentang Harga

Faktor pertama yang menyebabkan terjadinya saham ARB adalah penawaran jual yang dibawah batas rentang harga yang sudah menjadi ketentuan BEI. Untuk hal ini juga mengambil efek sesuai dengan masing-masing dari kategori tentang harga saham.

Untuk rentang harga sebesar 50 sampai dengan Rp200 per lembar, saham ARB terjadi saat jual kurang dari 7% dari harga acuan BEI. Sama seperti dengan saham pada rentang harga 200 sampai 5000 keatas. Injection bawah akan berlaku ketika penawaran jual terjadi di bawah 7% dari harga acuan.

Berita Negatif dari Investor

Kemudian, saham ARB akan terjadi karena adanya rasa panik dan impulsif dari investor generasi Corona. Hal yang menjadikan terjadinya kepanikan tersebut adalah adanya berita negatif atau miring dari beberapa pihak investor juga trader.

Maka hasilnya, investor tidak bisa menenangkan diri akan menjual saham mereka dengan harga yang rendah dalam jumlah yang juga masif.

Adanya Saham Gorengan

Selain itu adanya saham gorengan juga menyebabkan terjadinya saham ARB. Mengapa demikian? Karena pada faktanya saham-saham yang terkena auto rejection bawah di pasar saham belakangan ini adalah 95% merupakan saham gorengan.

Baca Juga  Perbedaan Dividen dan Capital Gain, Investor Harus Tahu!

Oleh sebab itu, alangkah lebih baiknya investor juga harus bertindak hati-hati ketika akan mengeluarkan uang demi mendapatkan lembaran saham. Jangan sampai saham yang membuat Anda jatuh cinta tersebut merupakan saham gorengan.

Sebelum Anda memantapkan untuk investasi saham, pahami dulu mengenai detail dari saham tersebut. Jangan sampai di kemudian hari Anda menyesal dan tidak mendapatkan keuntungan. Bertindaklah hati-hati dan jangan gegabah, supaya Anda tidak jatuh dalam perangkap saham gorengan yang menyebabkan terjadinya saham ARB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *