Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Permintaan Agregat Faktor dan Kurva


Pengertian Permintaan Agregat  Faktor dan Kurva

Permintaan agregat, faktor dan kurva | Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga tertentu. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga.

Permintaan agregat dapat ditampilkan dengan menggunakan tabel atau kurva yang menunjukkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibeli secara kolektif oleh perusahaan/konsumen pada tingkat harga tertentu.

Pengertian Permintaan Agregat

Tahukah kamu ?

Permintaan Agregat (Aggregate Demand) adalah jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam kegiatan perekonomian yang diminta pada berbagai tingkat harga tertentu.

Faktor-Faktor Permintaan Agregat

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan agregat dalan suatu kegiatan perekonomian adalah sebagai berikut :

  • Pendapatan disposable (Yd) atau pengeluaran konsumsi (C)
  • Tingkat bunga (i)
  • Kepercayaan dunia bisnis (business confidence) atau investasi (I)
  • Jumlah uang beredar riil (real money supply atau Ms/P)
  • Pengeluaran pemerintah (G)
  • Pajak (T)
  • Pendapatan luar negeri (Yf)
  • Harga luar negeri (Pf)
  • Nilai tukar riil (exchange rate atau ER)

Kurva Permintaan Agregat

Tahukah kamu ?

Kurva Permintaan agregat (aggregate demand curve) adalah suatu kurva yang menjelaskan hubungan antara jumlah output agregat yang diminta oleh suatu konsumen dengan tingkat harga tertentu ketika semua variabel lainnya dianggap konstan.

Ada dua cara yang digunakan untuk menurunkan kurva permintaaan agregat, yaitu sebagai berikut :

  • Pendekatan teori jumlah uang

Pendekatan teori jumlah uang ini menerangkan bahwa permintaan agregat ditentukan semata-mata oleh jumlah uang yang ada.

  • Pendekatan komponen permintaan agregat

Pendekatan yang kedua didasarkan pada pengujian perilaku bagian-bagian komponen permintaan agregat seperti investasi, konsumsi, pengeluaran pemerintah  dan ekspor.

Pendekatan ini juga mempertimbangkan jumlah uang dalam menentukan permintaan agregat, namun tidak secara langsung. Melainkan dengan cara mempertimbangkan bagaimana perubahan jumlah uang tersebut mempengaruhi komponen permintaan agregat tersebut.

Pengertian Permintaan Agregat  Faktor dan Kurva

Kenaikan di dalam faktor-faktor Yd, C, I, Ms/P, G, Yf, Pf, dan penurunan di i, T, dan ER akan membewa kenaikan di dalam permintaan agregat (AD), atau menggeser kurva permintaan agregat ke kanan. Sebaliknya, apabila terjadi penurunan dalam faktor-faktor Yd, I, C, Ms/P, G, Yf, Pf, dan kenaikan di dalam i, T, dan ER akan menurunkan AD atau menggeserkan kurva AD ke kiri atas.

Pergeseran AD ke AD1 terjadi akibat adanya kenaikan di dalam Yd, C, I, G, Yf, Pf, dan Ms/P, dan penurunan di dalam i, T, dan ER. Sebaliknya apabila pergeseran dari AD ke AD2 terjadi sebagai akibat dari penurunan di dalam Yd, I, C, G, Ms/P, Yf, dan Pf, dan kenaikan dari i, T dan ER.

Faktor-faktor yang menyebabkan Kurva permintaan agregat ber-slope negatif yaitu sebagai berikut :

  • Efek Kekayaan

Biaya yang digunakan oleh produsen tergantung pada kekayaan yang dimiliki. Keduanya memiliki satu hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. (Kekayaan mengacu pada pemegangan uang, saham, obligasi, rumah serta asset fisik yang lain. Kekayaan yang dimiliki dipengaruhi oleh tingkat harga).

  • Dampak Harga Bunga

Efek harga bunga ditujukan karena perubahan tingkat harga mempengaruhi harga bunga. Efek ini juga mempengaruhi produksi & investasi.

  • Efek Pembelian Asing (Ekspor & Impor)

Jumlah ekspor & impor dalam suatu kegiatan perekonomian tergantung pada harga Domestic asing dan Kurva permintaan agregat.

Menurunkan Kurva Permintaan Agregat

Untuk menentukan permintaan agregat, selain dengan melihat bagaimana uang memengaruhi jumlah permintaan agregat, kita juga dapat menurunkan  kurva permintaan agregat dengan melihat 4 komponen, yaitu sebagai berikut :

1.Pengeluaran konsumen ( customer expenditure )

Pengeluaran konsumen yaitu jumlah permintaan yang diminta oleh konsumen akan barang dan jasa.

2.Pengeluaran investasi yang direncanakan ( planned investment spending )

Pengeluaran investasi yang direncanakan yaitu jumlah pengeluaran yang direncanakan oleh perusahaan atas mesin pabrik, dan barang modal lainnya yang baru ditambah pengeluaran yang direncanakan atas  rumah baru.

3.Pengeluaran pemerintah ( goverment spending )

Pengeluaran pemerintah yaitu  pengeluaran  yang dikeluarkan oleh semua jajaran pemerintah atas barag dan jasa yang dibeli.

4.Ekspor bersih ( net export )

Ekspor bersih yaitu pengeluaran luar negeri bersih atas barang dan jasa domestik, sama dengan ekspor dikurangi impor.

 

 

 

Teori Ekonomi Makro : Multiplier dan Perubahan pendapatan Nasional

 

Multiplier dan perubahan pendapatan nasional

 

Dalam perekonomian tiga  dan empat sektor, ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan perubahan dari keseimbangan  Y semula ke keseimbangan baru.

Faktor yang dapat merubah keseimbangan adalah :

      1.perubahan Investasi,

      2.perubahan pajak

      3. perubahan pengeluaran pemerintah

      4. perubahan X & M

 

MULTIPLIER INVESTASI

Pengaruh  I  Terhadap Y

Jika fungsi consumsi C = 100 + 0,75 Y, berapa besarnya  tingkat consumsi dan pendapatan nasional keseimbangan ?

 

      eq  :         Y  = C

                       Y  = 100  + 0,75 Y

                  0,25Y= 100

                         Y = 400

( pendapatan nasional keseimbangan )

 

 

Jika I o  = 10 , maka

               Y = C + I

                  = 100  + 0,75 Y + 10

         0,25Y= 110

                Y= 440

 ( pendapatan nasional keseimbangan meningkat dari 400 menjadi 440)

 

Dengan adanya tambahan AD sebesar dI = 10  menyebabkan tambahan pendapatan ( dY) sebesar  40, yang dapat ditulis :

 dY   = 40  = 4 ( multiplier)

      dI       10

 

Multiplier :  angka yang menunjukkan  berapa besarnya  kenaikan pendapatan nasional akibat kenaikan permintaan agregat

 

Menurunkan  multiplier

Y               = C + I

Y               =  a + b Y  + I

Y  - bY     =  a  +  I

Y (1 – b ) =  a + I

 

                 

 

Contoh :

   Jika diketahui  C = 100 + 0,75 Y, berapa  besarnya Multiplier investasi  ?

    

      k     =        1/1-0,75              = 4

 

 

K = 4 artinya : jika terjadi peningkatan investasi sebesar  10 maka peningkatan pendapatan nasionalnya sebesar  4 x 10 = 40

 

Perubahan dalam permintaan agregat  tidak hanya terjadi  karena perubahan investasi tetapi juga karena perubahan  tingkat konsumsi

 

Y               = C + 20

Y               =  a + b Y  + 20

Y  - bY     =  a  +  20

Y (1 – b ) =  a + 20

 

             Y   =                    --------Y =               x (a +20 )

 

Multiplier  consumsi            

                                                

                                                k =       1/1-b              = 1/mps

                                                                      

                                                                     

Bekerjanya multiplier Jika  dI = 20, MPC = 0,75


 

 

 

Tambahan investasi sebesar 20 mengakibatkan terciptanya pendapatan nasional baru sebesar 80 satuan. 20 berasal dari investasi 60 berasal dari konsumsi masyarakat

Investasi  yang dipengaruhi pendapatan nasional ( induced investment)

 I  = I0    + h Y       ( h= marginal Propensity to invest)

 

Multiplier  K*  =   1

                             1-b-h

 

 

Contoh :

Jika diketahui  MPC = 0,5 ,  MPI  0,25  maka K*

 

        K*   =       1111111111                    =  4

                        1-0,5-0,25

 

 

Catatan multiplier investasi

 K* dapat positif dan dapat negatif, tergantung pada perbandingan antara besarnya hasrat menabung dan hasrat investasi

Jika MPS > MPI   --- K* positif

Jika investasi lebih tinggi daripada tabungan, pendapatan nasional  akan meningkat

 

 

 

 

MULTIPLIER

PENGELUARAN PEMERINTAH

Peran Pemerintah

Mengapa sektor pemerintah  perlu dalam perekonomian ?

1.Karena  kegagalan mekanisme pasar, sektor RT dan perusahaan  tidak mampu menyediakan barang   publik yang dibutuhkan masyarakat ( jalan raya, pelabuhan, keamanan)

2. Adanya eksternalitas negatif  yi  kegiatan yang menimbulkan beban pihak lain ( contoh polusi)

 

Untuk melakukan kegiatan pemerintah perlu pembiayaan  yang bersumber dari pajak

 

 

Jika C = 100 +0,75Y , I = 50, G = 20 maka tingkat equilibriumnya :

 Y       = C + I + G

             100 +0,75Y  + 50 + 20

0,25Y = 170

        Y = 680  

 

 

 

Tingkat consumsi dalam kondisi equilibrium

 

    c   = 100  + 0,75 ( 680)

         = 610

 

Tingkat Saving  dalam kondisi equilibrium

 

      S = Y – C = 680 – 610 = 70

 

Multiplier Pengeluaran Pemerintah (Fiscal Policy Multipliers )

Y           = C + I + G

Y           = c0 + bY + I + G

Y- bY   = c0 + I + G

 

Y ( 1-b)= c0 + I + G

 

          Y =       (c0 + I + G )

 

Jika ada perubahan pengeluaran pemerintah  sebesar G, maka besarnya perubahan pendapatan (Y) sebesar :

 

Y+ DY =                (C0 + I + G + DG)

 

DY =          DG

 

DY = perubahan GDP

DG = perubahan pengeluaran pemeritah,

 1/(1-b) = koefisien pengganda fiskal.

 

Contoh soal multiplier G

Jika diketahui  b = 0,75 maka KG  = 4. Dengan adannya penambahan pengeluaran pemerintah  (G) sebesar 20 pendapatan nasional akan bertambah sebesar 4x 20 = 80

Penambahan G menyebabkan naiknya pendapatan yang lebih besar daripada tambahan G itu sendiri

 

 

 


Post a comment for "Pengertian Permintaan Agregat Faktor dan Kurva"